13 Contoh Penggunaan Huruf Kapital Sesuai EYD

Huruf kapital adalah huruf yang berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar dari huruf biasa). Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama dari kata pertama dalam kalimat dan huruf pertama diri. Huruf kapital sering juga disebut juga dengan nama huruf besar.

Penggunaan huruf kapital yang benar adalah yang sesuai dengan aturan terbaru, yaitu berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud) Nomor 50 Tahun 2015 sesuai Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

Penting sekali dalam memahami penggunaan huruf kapital. Huruf kapital memiliki aturan tersendiri dalam penggunaannya sesuai dengan EYD (Ejaan yang Disempurnakan).

Untuk itu, perhatikan uraian terkait huruf kapital berikut.

Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital digunakan untuk hal-hal sebagai berikut.

1. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama kata di awal kalimat.

Misalnya:

  • Siapa yang membawa bunga ini?
  • Dia membeli buku di toko sebelah stasiun.
  • Kita harus bekerja sebagai bentuk tanggungjawab terhadap diri sendiri.
  • Semua masalah ini akan segera berlalu.

2. Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama atau juga julukan.

Misalnya:

  • Ismail Marzuki
  • Kunto Aji
  • Andrea Hirata
  • Dewi Lestari
  • Dewa Pedang
  • Jenderal Kancil

Catatan:

a. Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama nama orang yang merupakan nama jenis atau satuan ukuran.

Misalnya: ikan koi, mesin bajak, 10 ampere, dan 15 volt.

b. Huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata yang memiliki makna “anak dari” seperti bin, binti, boru, dan van, atau huruf pertama kata tugas.

Misalnya:  Nadiyah Hapsari binti Santoso, Khoirul Mustofa bin Agus Salim, Indah boru Sitanggang, Charles van Ophuijsen, Mutiara Hitam dari Timur.

3. Penggunaan huruf kapital di awal kalimat dalam petikan langsung.

Misalnya:

  • Kakak bertanya, “Mengapa kita tidak pulang saja?”
  • Ibu berpesan kepada anaknya, “Jangan pulang larut malam!”
  • “Akhirnya desa kita meraih gelar desa berseri tingkat kabupaten,” katanya.
  • “Nanti sore,” katanya, “Kita akan berangkat.”

4. Penggunaan huruf kapital untuk nama agama, kitab suci, nama Tuhan, dan kata ganti Tuhan.

Misalnya:

  • Islam
  • Kristen
  • Alquran
  • Alkitab
  • Allah
  • Tuhan
  • Wuda
  • Allah akan menolong setiap hamba-Nya yang sabar.
  • Semoga Tuhan mengiringi setiap jalan hamba-Mu dan semoga selalu Engkau rahmati.

5. (a) Huruf kapital digunakan sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, atau akademik yang diikuti nama orang, termasuk gelar akademik yang mengikuti nama orang.

Misalnya:

  • Sultan Mahmud
  • Haji Rahman
  • Nabi Musa
  • Raden Ajeng Kartini
  • Raisa, Sarjana Pendidikan

(b) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, serta nama jabatan, dan kepangkatan yang dipakai sebagai sapaan.

Misalnya:

  • Selamat tinggal, Yang Mulia.
  • Semoga selamat sampai tujuan, Sultan.
  • Hati-hati di jalan, Kiai.
  • Apa kabar, Dokter?
  • Selamat pagi, Jenderal.

6.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.

Misalnya:

  • Wakil Presiden Jusuf Kalla
  • Profesor Supomo
  • Gubernur Kalimantan Selatan

7. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

Misalnya:

  • bangsa Arab
  • suku Jawa
  • bahasa Madura

Catatan:

Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan tidak ditulis dnegan huruf awal kapital.

Misalnya:

  • pengindonesiaan kata asing
  • kearab-araban
  • kejawa-jawaan

8. (a) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, dan hari besar atau hari raya.

Misalnya:

  • tahun Hijriyah
  • perhitungan Masehi
  • bulan Juli
  • hari Kamis
  • bulan Maulid
  • perayaan Galungan
  • saat Lebaran
  • waktu Natal

(b) Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama peristiwa sejarah.

Misalnya:

  • Perang Diponegoro
  • Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
  • Konferensi Meja Bundar

Catatan:

Huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama tidak ditulis dengan huruf kapital.

Misalnya:

  • Soekarno dan Hatta memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia
  • Jika setiap bangsa tidak mampu , maka perang dunia akan terjadi lagi.

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.

Misalnya:

  • Surabaya
  • Eropa
  • Pulau Madura
  • Bukit Barisan
  • Jawa Timur
  • Jalan Ambarawa
  • Gunung Bromo
  • Pegunungan Himalaya
  • Selat Madura
  • Sungai Brantas
  • Teluk Benggala
  • Terusan Zues
  • Gang Mawar
  • Kelurahan Lowokwaru
  • Kecamatan Cicadas

Catatan

a) Huruf pertama nama geografi yang bukan nama diri tidak ditulis dengan huruf kapital.

Misalnya:

  • Menyeberangi teluk dengan menggunakan kapal.
  • Berenang di danau lalu melewati sungai.

b) Huruf pertama nama diri geografi yang dipakai sebagai nama jenis tidak ditulis dengan huruf kapital.

Misalnya:

  • talas bogor
  • pepaya thailand
  • petai cina (Leucaena glauca)
  • ubi cilembu
  • jeruk bali (Citrus maxima)

c) Nama yang disertai nama geografi dan merupakan nama jenis dapat dikontraskan atau disejajarkan dengan nama jenis lain dalam kelompoknya.

Misalnya:

  • Berbagai jenis gula yang tersedia di pasaran yaitu, gula jawa, gula pasir, gula tebu, gula aren, dan gula
  • Di bengkel tersebut memiliki beragam kunci, di anataranya kunci inggris, kunci tolak, dan kunci ring dengan fungsi yang berbeda-beda.

Berikut contoh bukan nama jenis.

Misalnya:

  • Dia membeli membeli berbagai jenis batik, mulai dari batik Cirebon, batik Madura, batik Pekalongan, batik Solo, dan batik Tulungagung.
  • Hari ini pemutaran film Korea dan film India akan digantikan dengan film Jepang dan Film Hongkong.
  • Murid TK itu menampilkan tarian Bali, tarian Jawa Barat, dan tarian Madura.

10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan

Misalnya:

  • Republik Korea Selatan
  • Dewan Perwakilan Rakyat
  • Ikatan Dokter Indonesia
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.

Misalnya:

  • Saya akan membeli buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.
  • Tulisannya berhasil dimuat majalah Bahasa dan Sastra.
  • Dia membaca koran Kabar Indonesia.
  • Ia menyusun makalah “Seni dalam Era Milenial”.

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan.

Misalnya:

  • S.H = sarjana hukum
  • Hj. = hajah
  • Pdt. = pendeta
  • Dr. = doktor
  • Sdr. = saudara

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan, seperi bapak, ibu, kakak, adik, dan, paman, serta kata atau ungkapan lain yang dipakai dalam penyapaan atau pengacuan.

Misalnya:

  • “Kapan Ibu datang?” tanya Nadia.
  • “Silahkan masuk, Kak!” kata wanita itu.
  • Semua Saudara diminta antri sesuai dengan nomor urut.
  • Anak yang mendapat julukan Kutu Buku, sedang berada di perpustakaan.

Catatan:

1. Istilah kekerabatan berikut bukan merupakan penyapaan atau pengacuan.

Misalnya:

  • Kasih sayang ayah dan ibu kita sangat besar.
  • Semua saudara saya sudah berkeluarga.

2. Kata ganti Anda ditulis dengan huruf awal kapital.

Misalnya:

  • Apakah Anda sudah mengetahui masalah tersebut?
  • Di mana alamat Anda?

Demikian penjelasan terkait materi penggunaan huruf kapital. Dengan adanya materi tersebut, semoga dapat menambah wawasan pembaca dan memudahkan dalam memahami materi. Terima kasih.

Tinggalkan komentar