Contoh Teks Anekdot

3 min read

Contoh Teks Anekdot

Apabila Anda senang membaca, pasti tak asing lagi dengan istilah anekdot. Benar, anekdot adalah humor menggelitik yang di dalamnya mengandung makna tersembunyi, di mana hanya orang-orang yang mengikuti isu-isu terkini saja yang bisa memahaminya.

Bagi orang awam, apalagi mereka yang jarang membaca surat kabar atau media bacaan lainnya, pasti belum mengerti benar tentang istilah anekdot. Maka dari itu, artikel kali ini akan membahas khusus mengenai anekdot lengkap beserta dengan contoh-contohnya.

Pengertian Teks Anekdot

Secara umum, dapat diambil kesimpulan bahwa anekdot merupakan karya tulis dengan karakter penuh humor, tetapi memuat makna kritikan atau sindiran yang membangun.

Bentuknya seperti cerita pendek. Di dalamnya berisi pesan terselubung tentang suatu hal menarik dari sebuah peristiwa atau seseorang. Disampaikan dengan cara unik dan lucu, agar pendapat yang diutarakan tidak menyinggung perasaan orang lain.

Struktur Teks Anekdot

Sebuah teks anekdot dapat dikatakan baik apabila memperhatikan struktur penulisannya. Pada umumnya, terdapat lima bagian yang menjadi struktur teks anekdot. Di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Abstrak, yaitu bagian awal teks anekdot yang menggambarkan tentang topik bahasan secara umum. Pada bagian ini, biasanya penulis menyampaikan ide-ide unik dan lucu, berdasarkan sudut pandangnya terhadap topik peristiwa yang diangkat.
  • Orientasi, merupakan bagian yang mengungkapkan tentang latar belakang atau kronologi cerita, sesuai dengan peristiwa yang menjadi tema dari teks anekdot. Di sinilah pembaca dapat mengetahui mengapa cerita atau peristiwa tersebut bisa terjadi.
  • Krisis, seperti dalam teks cerita pada umumnya, bagian ini memuat tentang kejadian-kejadian yang menentukan di dalam cerita. Ketika terjadi konflik yang membuat situasi menjadi genting dan membutuhkan tindakan segera.
  • Reaksi, adalah bagian di mana teks anekdot mulai mengetengahkan tindakan dari tokoh dalam cerita. Penulis akan mengutarakan solusi dari peristiwa genting yang terjadi pada bagian krisis sebelumnya.
  • Koda, ini merupakan struktur terakhir dari teks anekdot, yaitu bagian penutup yang biasanya disertai pula dengan kesimpulan dari penulis, tentang permasalahan dari topik yang sedang dibahas.

Ciri Ciri Teks Anekdot

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa teks anekdot memiliki ciri khas penyampaian yang cukup unik. Karya tulis ini memiliki ciri khas berbeda dibandingkan dengan bentuk teks lainnya. Berikut lima ciri umum dari teks anekdot yang perlu Anda ketahui.

·         Terinspirasi Kejadian Nyata

Teks anekdot merupakan respon penulis atas peristiwa nyata yang dianggap menarik untuk dikritik. Peristiwa nyata tersebut dituangkan dalam perumpamaan berbentuk kelakar. Kadang kala juga menyerupai cerita dongeng.

·         Melibatkan Tokoh Populer

Teks anekdot umumnya mengangkat topik hangat di masyarakat. Oleh karena itu, teks ini seringkali memunculkan sosok populer. Dahulunya melibatkan tokoh asli secara gamblang, tetapi dalam perkembangannya kini kebanyakan dimodifikasi menjadi tokoh fiktif.

·         Penuh Humor dan Kekonyolan

Ciri khas paling unik dari teks anekdot adalah penyampaiannya yang penuh humor. Menggunakan bahasa dan ungkapan-ungkapan lucu, teks anekdot seringkali menjengkelkan. Inilah mengapa teks anekdot dianggap sebagai kritikan atau sindiran yang menghibur.

·         Mengandung Nasihat dan Kritik Membangun

Anekdot merupakan salah satu cara mengungkapkan kebenaran sesuai sudut pandang penulis. Pada dasarnya, anekdot dibuat untuk menyampaikan pendapat atau nasihat, namun secara lebih halus agar pendapat tersebut bisa tersampaikan dengan baik.

·         Tidak Memiliki Batasan Bentuk

Tidak ada batasan dalam penulisan teks anekdot. Karya tulis ini dapat dibuat dalam bentuk cerpen, artikel, atau teks dialog. Meskipun begitu, kebanyakan anekdot menghadirkan teks dialog yang menjadi sarana primer untuk mengutarakan sebuah peristiwa.

Setelah membahas tentang pengertian, struktur, dan ciri-ciri dari teks anekdot. Anda pun perlu menyimak beberapa contoh karya tulis yang satu ini untuk mendapatkan pemahaman lebih mendalam. Berikut beberapa contoh teks anekdot dalam berbagai tema.

Contoh Teks Anekdot Singkat

Kalau Anda pernah belajar ilmu fisika, pasti mengetahui tentang hukum tekanan yang berbanding lurus dengan gaya. Jadi, kalau Anda merasa hidup Anda saat ini penuh tekanan, kemungkinan itu karena Anda terlalu banyak gaya.

Contoh Teks Anekdot Lucu

Suatu hari, terjadi tabrakan antara Paijan dan seorang bule yang sama-sama mengendarai sepeda motor. Tabrakan tersebut tidak mengakibatkan luka serius, bahkan tidak ada lecet sedikit pun. Kedua pihak hanya terkejut dan sedikit syok.

Paijan  : “I am sorry, sir.”
Bule     : “I am sorry, too.”
Paijan  : “I am sorry, three.”
Bule     : “What are you sorry for?”
Paijan  : “Sorry, five.”
Bule     : “Are you sick?”
Paijan  : “No, sir. I am seven.”

Contoh Teks Anekdot Pendidikan

Pemerintah ingin menggalakkan kembali penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Kali ini, menggandeng tokoh seniman, Didi Kempot, sebagai duta Pancasila. Penyanyi campur sari tersebut sedang digandrungi masyarakat, terutama anak muda.

Si A      : “Wah, nggak salah pilih, deh. Pemerintah sekarang memang NKRI sejati.”
Si B      : “Sobat ambyar yang satu ini sedang girang rupanya. Idolanya mau jadi duta Pancasila.”
Si A      : “Ya, mesti, lah. Jauh mendingan daripada Zaskia Gotik.”
Si B      : “Apa nggak lebih baik milih Pak Soedharnoto? Tapi, sayang, beliau sudah tiada.”
Si A      : “Lah, orang sudah meninggal, kok, mau dijadikan duta Pancasila. Memangnya itu siapa?”
Si B      : “Cuma seniman yang menggubah lagu Garuda Pancasila. Jangan-jangan kamu malah tak tahu lagunya.”
Si A      : (terdiam seribu bahasa)

Contoh Teks Anekdot Sindiran

Suatu hari, Abu Nawas sedang berjalan-jalan di pasar dan ditangkap oleh prajurit kerajaan karena kedapatan membawa pisau terselip di ikat pinggangnya. Alhasil, dirinya kemudian disidang untuk menentukan hukuman setimpal buatnya.

Hakim             : “Abu Nawas, Anda akan dihukum karena berkeliaran membawa pisau. Dikhawatirkan Anda bisa melukai seseorang dengan senjata tersebut, itulah mengapa Anda ditangkap dan diadili. Sekarang, apa pembelaan Anda?”

Abu Nawas     : “Yang Mulia, saya tidak punya argumen. Saya bersedia dihukum, tetapi hanya jika Yang Mulia juga ikut dipenjara bersama saya.”

Hakim             : (terkejut mendengarnya) “Apa maksudmu Abu Nawas? Bagaimana bisa saya juga harus ikut dipenjara?”

Abu Nawas     : “Sebab Yang Mulia pun memiliki sesuatu yang terselip di dalam celana Yang Mulia. Dan Yang Mulia selalu membawanya kemana-mana. Dan Yang Mulia juga dikhawatirkan bisa sewaktu-waktu melukai wanita dengan benda tersebut. Benar, tidak?”

Pertanyaan itu sontak membuat Hakim terperanjat. Hadirin yang memenuhi ruang sidang pun berdiam sejenak, memikirkan maksud perkataan Abu Nawas. Sesaat kemudian, semua orang di ruang persidangan tertawa terbahak-bahak, kecuali Hakim dan para prajurit penjaga.

Contoh Teks Anekdot Politik

Sebuah bus yang ditumpangi lima belas orang penumpang jatuh ke jurang.

Pihak SAR menyatakan bahwa seluruh penumpang bus tewas, termasuk pengemudi dan kondekturnya. Wartawan pun ikut berdatangan ke tempat kejadian dan menanyai saksi mata dari warga sekitar lokasi.

Wartawan       : “Apakah benar semua korban meninggal dan langsung dikuburkan?”
Saksi                : “Benar sekali.”
Wartawan       : “Benarkah tidak ada satu pun yang masih bernapas dan menunjukkan tanda-tanda kehidupan?”
Saksi                : “Sebenarnya ada satu orang, tetapi kami tetap menguburnya.”
Wartawan       : “Waduh, mengapa bisa begitu? Siapa orang itu?”
Saksi                : “Waktu kami mau menguburkan, korban tersebut berteriak, ‘saya masih hidup!’. Namun, ketika kami cek identitas di KTP-nya, ternyata tertulis kalau pekerjaannya sebagai politikus. Makanya, kami jadi tidak percaya yang dia ucapkan.

Contoh Teks Deskripsi

root
3 min read

Contoh Dialog Interaktif

root
4 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *