Contoh Teks Editorial atau Opini tentang Pendidikan

Tentu kalian sering menjumpai fenomena yang sedang hangat dibicarakan di masyarakat. Selanjutnya fenomena tersebut dibahas oleh beberapa pihak yang memiliki keterkaitan dengan fenomena tersebut. Mereka memberikan tanggapan, kritikan, saran, bahkan pandangan terhadap isu yang sedang berkembang.

Salah satu pihak yang sering ikut andil dalam memberikan tanggapan suatu fenomena adalah redaktur koran atau surat kabar. Dalam surat kabarnya, redaktur menuliskan artikel atau opini terkait isu yang sedang berkembang di masyarakat. Artikel ini disebut dengan teks editorial atau tajuk rencana.

Pengertian Teks Editorial

Teks editorial adalah artikel utama yang ditulis oleh redaktur koran atau surat kabar, yang merupakan pandangan redaksi terhadap suatu peristiwa (berita) aktual (yang sedang jadi sorotan), fenomenal, dan kontroversial (menimbulkan perbedaan pendapat).

Dalam teks editorial, redaktur koran memberikan tanggapan terkait isu yang beredar di masyarakat. Redaktur juga secara langsung memberikan pandangan atau solusi-solusi terkait fenomena yang terjadi.

Tujuan dari teks editorial adalah mengajak pembaca untuk ikut berpikir dan memberikan pandangan terkait masalah yang sedang berkembang. Bahkan teks editorial bertujuan untuk menggerakkan pembaca agar bisa melakukan suatu tindakan.

Isi Teks Editorial

Teks editorial memiliki isi yang berupa fakta dan opini. Berikut penjelasan dari fakta dan opini.

1. Fakta atau peristiwa aktual, fenomenal, dan kontroversial.

Hal, keadaan, peristiwa yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar-benar terjadi. Bisa dikatakan fakta  merupakan potret tentang keadaan atau peristiwa. Fakta yang disajikan berupa peristiwa dan data-data terkait peristiwa yang dibahas.

2. Pendapat atau opini redaksi terhadap peristiwa

Tanggapan redaksi untuk mendukung pandangan atau sikapnya terhadap peristiwa yang sedang dibahas. Opini dalam teks editorial berupa penilaian, kritik, prediksi (dugaan berdasarkan fakta empiris) harapan, dan saran penyelesaian masalah.

Struktur Teks Editorial

Struktur dalam teks editorial memiliki tiga, yaitu tesis, argumentasi, dan penegasan.

Berikut uraian masing-masing.

1. Tesis

Tesis merupakan bagian pendahuluan teks editorial. Fungsinya mengenalkan isu atau permasalahan yang akan dibahas dalam bagian berikutnya. Pada bagian pengenalan isu disajikan peristiwa persoalan aktual, fenomenal, dan kontroversial.

2. Argumentasi

Argumentasi merupakan bagian pembahasan yang berisi tanggapan redaksi terhadap isu yang sudah diperkenalkan sebelumnya.

3. Penegasan

Penegasan dalam teks editorial berupa simpulan, saran atau rekomendasi. Di dalamnya terdapat harapan redaksi kepada para pihak terkait dalam menghadapi atau mengatasi masalah yang terdapat dalam isu tersebut.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Kaidah kebahasaan teks editorial tergolong ke dalam kaidah kebahasaan yang berciri bahasa jurnalistik. Berikut ciri-ciri kebahasaan teks editorial.

1. Menggunakan kalimat retoris

Kalimat retoris adalah kalimat pertanyaan yang tidak ditujukan untuk mendapatkan jawaban. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dimaksudkan agar pembaca merenungkan masalah yang dipertanyakan sehingga tergugah untuk berbuat sesuatu, atau mengalami perubahan pandangan terhadap isu yang dibahas.

2. Menggunakan kata-kata populer

Kata-kata populer digunakan pada teks editorial agar mudah magi khalayak untuk mencernanya. Tujuannya agar pembaca tetap merasa santai meskipun membaca masalah yang serius dipenuhi dengan tanggapan yang kritis.

3. Menggunakan kata ganti penunjuk

Penggunaan kata ganti penunjuk dalam teks editorial merujuk pada waktu, tempat, peristiwa, atau hal lainnya yang menjadi fokus ulasan.

4. Menggunakan konjungsi kausalitas

Penggunaan konjungsi kausalitas dalam teks editorial berupa seperti, karena, sebab, oleh sebab itu. Hal ini berkaitan dengan penggunaan sejumlah argumen yang dikemukakan redaktur berkenaan dengan masalah yang dikupasnya.

Contoh Teks Editorial

Kebijakan Pendidikan Selama Belajar di Rumah

Tema: Pendidikan

Tesis

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberikan beberapa kebijakan terkait penanganan COVID-19 di Indonesia, terutama di bidang pendidikan. Senin (13/04/2020), kemendikbud melalui Sekretaris Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana mengeluarkan kebijakan terbaru terkait Bersama Hadapi Corona.

Terdapat 10 kebijakan kemendikbud dalam menghadapi corona. Beberapa kebijakan tersebut di antaranya pemberian fasilitas pembelajaran jarak jauh, pembelajaran melalui siaran TVRI selama 3 bulan, pelaksanaan lomba Tingkat Nasional terkait Covid-19, belajar di rumah, dan ketersediaan listrik dan akses internet pada satuan pendidikan.

Argumentasi

Adanya kebijakan tersebut tentu ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya. Terutama bagi siswa yang secara langsung terganggu dalam proses belajar. Siswa yang belajar di rumah harus mengakses internet selama belajar.

Sayangnya tidak semua siswa bisa menikmati fasilitas pembelajaran jarak jauh. Beberapa kendala yang dialami di antaranya tidak semua siswa memiliki smartphone, kuota internet yang membutuhkan biaya tambahan, jangkauan sinyal internet yang tidak stabil di beberapa daerah.

Tidak dimungkiri, beberapa kendala tersebut benar-benar dihadapi oleh siswa-siswa selama diberlakunya belajar di rumah. Pemerintah harus memperhatikan kondisi tersebut agar proses belajar tidak mengalami gangguan. Terutama bagi siswa yang berada di daerah terdepat, terluar, dan tertinggal.

Kebijakan pembelajaran melalui siaran TVRI selama 3 bulan merupakan kebijakan yang patut diapresiasi. Program tersebut memberikan alternatif belajar di antara pembelajaran online yang monoton dan itu-itu saja. Namun perlu adanya inovasi yang perlu dilakukan agar siswa tidak mengalami kebosanan dalam pembelajaran, seperti pembelajaran online selama ini.

Ketersediaan listrik dan internet perlu diperhatikan betul oleh pemerintah. Tidak semua daerah mendapatkan akses listrik dan internet yang baik. Masih ada daerah yang belum tersentuh oleh listrik, apalagi internet.

Penegasan Ulang

Tidak ada yang mengira jika Covid 19 memberi dampak yang luar biasa bagi kehidupan semua sektor. Tidak terkecuali sektor pendidikan yang ikut mengalami dampak tersebut. Tentu diperlukan kebijakan-kebijakan dalam sektor pendidikan agar proses pembelajaran tidak terganggu.

Semua kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan harus bisa menjembatani antara kebutuhan proses belajar di tengah pandemi corona. Jangan sampai kebijakan yang ada hanya bisa dijangkau oleh kalangan siswa tertentu.

2. Penggunaan Dana BOS di Tengah Pandemi

Tema: Pendidikan

Tesis

Pengelolaan dana BOS secara terbuka melibatkan pengelola sekolah dan kepala sekolah bertindak sebagai penanggungjawab. Hal ini mengacu pada dua belas komponen penggunaan dana BOS .

Namun selama pandemi Covid 19, aturan alokasi untuk guru honorer maksimal 50% dari BOS dilepas. Guru honorer yang mengajar siswa ke rumah-rumah, bisa menggunakan dana lebih dari 50%.

Meski diberi kelonggaran dalam membelanjakan dana BOS, tidak dibenarkan jika digunakan untuk membeli keperluan di luar kebutuhan sekolah, seperti kebutuhan sembako. Pengadaan sembako untuk masyarakat menjadi kewenangan Kementerian Sosial (Kemensos).

Argumentasi

Adanya pandemi Covid 19 memang memberikan dampak yang cukup signifikan bagi dunia pendidikan. Rancangan anggaran pendidikan selama enam bulan ke depan, atau bahkan satu tahun kedepan mengalami perubahan.

Anggaran yang sudah ditetapkan mau tidak mau mengalami perubahan. Misalnya, ujian nasional online kelas dua belas yang sedianya dilaksanakan akhir Maret, ternyata dihapuskan. Begitu juga dengan nasip Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS) untuk kelas sepuluh dan sebelas akan ditiadakan.

Belum lagi anggaran yang digunakan untuk kegiatan lainnya, tentu mengalami perubahan. Perubahan-perubahan tersebut harusnya bisa disikapi dengan bijaksana. Alokasi dana yang tidak digunakan sejatinya digunakan untuk kegiatan pembelajaran supaya lebih maksimal.

Perubahan tersebut perlu dibuat kebijakan diatur dengan regulasi yang jelas. Aplikasi dan BOS perlu disesuaikan agar penggunaan dana BOS bisa terpantau dengan mudah. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir penggunaan dana BOS yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Penegasan Ulang

Penggunaan dana BOS selama pandemi, dikhawatirkan tidak tepat sasaran. Harapannya sistem yang ada bisa meminimalisir penyimpangan dana BOS. Seluruh unsur harus bisa bahu-membahu mengoptimalkan penggunaan dana BOS agar tepat sasaran.

3. Angka Pengangguran di Indonesia Semakin Melonjak

Tema: Pengangguran

Tesis

Pertubuhan ekonomi di Indonesia yang melambat kini memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. Data yang dilansir Badan Pusat Statistika (BPS) menunjukkan pelemahan ekonomi memberikan dampak melonjaknya angka pengangguran.

Angka pengangguran pada kuartal III tahun 2015 mencapai 7,56 juta orang. Oleh karena itu, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo harus bekerja keras lagi agar roda perekonomian kembali bergerak cepat.

Percepatan pertumbuhan ekonomi diperlukan untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru. Hal ini disebabkan banyaknya sektor lapangan kerja yang ada mengalami penurunan daya serap.

Sektor paling besar yang mengalami penurunan adalah pertanian. Dalam kurun waktu terakhir, mengalami penurunan daya serap dari 38,97 juta orang menjadi 37,75 orang. Penurunan tersebut mencapai 1,2 juta orang.

Argumentasi

Di sinilah pemerintah harus hadir untuk menyelamatkan dan melindungi berbagai bidang industri yang kini sedang kelagapan. Jangan sampai industri dibiarkan sendirian menyelesaikan masalahnya tanpa ada bantuan dari pemerintah.

Faktor melambatnya ekonomi global memang ikut memengaruhi ekonomi nasional. Namun, tidak bijaksana juga kalau pemerintah terus-menerus menjadikan faktor eksternal sebagai kambing hitam permasalahan ekonomi bangsa ini.

Intinya pemerintah harus tetap optimistis untuk bisa menyelesaikan masalah ini. Hal mendesak yang harus dilaksanakan pemerintah saat ini adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja. Hal ini bisa dilaksanakan dengan memperbaiki sektor pertanian dan merealisasikan banyak proyek pembangunan infrastruktur.

Pemerintah harus mampu mempercepat jalannya proyek infrastruktur. Hal ini penting karena sektor pertanian dan infrastruktur bisa banyak menyerap tenaga kerja yang kini sangat dibutuhkan.

Penegasan Ulang

Untuk itu pemerintah harus segera memulihkan perekonomian nasional dari keterpurukan. Jangan sampai permasalahan perekonomian dibiarkan saja tanpa ada penyelesaian. Kita tunggu gebrakan pemerintah untuk menangani membludaknya angka pengangguran tersebut.

Demikian materi tentang teks editorial beserta contohnya. Semoga bisa bermanfaat untuk pembelajaran kalian dan memudahkan kalian dalam memahami materi tersebut. terima kasih.

Tinggalkan komentar