Contoh Teks Eksemplum Singkat

Tentu kalian pernah mangalami banyak pengalaman atau kejadian dalam hidup. Entah itu kejadian yang menyenangkan atau menyedihkan. Nah, teks eksemplum yang akan kita bahas kali ini berkaitan dengan pengalaman yang pernah dialami oleh seseorang.  Di bawah ini akan kami uraikan materi terkait teks eksemplum.

Pengertian Teks Eksemplum

Teks eksemplum merupakan teks yang berisi cerita terkait perilaku, karakter, atau sikap seorang tokoh di dalamnya. Teks eksemplum juga termasuk karya sastra yang berisi cerita berdasarkan pengalaman pribadi seseorang.

Teks eksemplum diawali dengan pengenalan tokoh dengan karakternya. Kemudian menceritakan peristiwa atau kejadian yang dialami oleh tokoh. Selanjutnya berisi tentang hikmah yang bisa diambil dari kejadian tersebut. Tujuannya agar pembaca tidak melakukan kesalahan yang di kemudian hari.

Struktur Teks Eksemplum

Struktur teks eksemplum dibagi menjadi tiga, yaitu orientasi, insiden, dan interpretasi.

  1. Orientasi, yaitu bagian awal yang berisi mengenai pengenalan tokoh yang akan diceritakan.
  2. Insiden, yaitu bagian yang menerangkan suatu peristiwa atau kejadian yang menimpa tokoh. Pada umumnya tokoh dalam teks tersebut mengalami suatu masalah.
  3. Interpretasi, yaitu bagian akhir yang berupa nasihat atas peristiwa yang diceritakan. Bagian ini menerangkan pesan moral, evaluasi, dan juga akibat yang muncul yang disebabkan oleh tokoh.

Ciri-ciri Teks Eksemplum

Teks eksemplum memiiki tiga ciri-ciri, yaitu:

  1. Merupakan peristiwa yang sebenarnya.
  2. Berupa peristiwa yang tidak diinginkan oleh tokoh.
  3. Peristiwa tersebut berupa peristiwa yang menyedihkan, mengesalkan, atau bahkan menjengkelkan.
  4. Peristiwa yang ada, diceritakan secara terperinci dan jelas.
  5. Cerita yang ditimbulkan bernuansa naratif.
  6. Terdapat perubahan sikap tokoh agar tidak sampai melakukan kesalahan yang sama.

Unsur Kebahasaan Teks Eksemplum

Seperti teks-teks yang lain, teks eksemplum juga memiliki unsur kebahasaan. Berikut unsur kebahasaan pada teks eksemplum.

  1. Memiliki kalimat kompleks, yaitu kalimat yang
  2. Memiliki kata rujukan
  3. Memiliki kata penghubung waktu atau konjungsi temporal
  4. Terdapat kata kerja

Contoh Teks Eksemplum Singkat

Contoh 1:

Jangan Ngantuk Saat Jam Pelajarani

Orientasi

Waktu itu saya ada kuliah di jam pertama. Kebetulan dosen yang mengajar agak sepuh dan suaranya juga tidak terlalu keras. Saya selalu duduk di deret bangku paling depan agar bisa mendengar suara beliau dengan jelas.

Entah mengapa pagi itu saya sarapan mie instan dicampur dengan sedikit nasi. Saya tahu jika mie dan nasi sama-sama mengandung karbohidrat tinggi. Hal tersebut bisa menimbulkan efek ngantuk bila dikonsumsi berlebihan.

Benar saja, waktu itu saya merasa mata ini begitu berat. Sangat susah untuk dibuka. Saya urungkan diri untuk duduk di bangku paling depan. Mungkin lebih aman duduk di deret bangku nomor dua dari depan. Kalaupun mengantuk atau ketiduran, dosen tersebut tidak akan tahu.

Insiden

Seperti biasa, dosen mulai menjelaskan materi di depan kelas. Suaranya yang lirih membuat sedikit demi sedikit mata ini terkatup. Berulang kali teman di sebelah saya mintai untuk mencubiti tanganku agar tidak mengantuk. Namun percuma, mata ini susah sekali dibuka.

Tanpa sadar mata ini terpejam dengan sendirinya. Tiba-tiba dosen tersebut menghardik saya. Buru-buru mata ini terbelalak dan terbangun. Saya mulai gelagapan. Rupanya dosen tersebut sedang menegur saya.

Seluruh teman menertawai saya karena tertidur dalam posisi duduk. Mataku yang susah dibuka, kini terbelalak. Aku tidak lagi mengantuk. Kaget karena ditegur dosen dan malu ditertawakan teman satu kelas.

Interpretasi

Sarapan memang penting sebagai sumber energi untuk menjalankan aktifitas sehari-hari. Jangan sampai salah pilih makanan karena bisa memberikan pengaruh bagi tubuh. Selain itu bisa membahayakan bagi kesehatan.

Sejak saat itu saya menolak keras untuk sarapan mie instan, atau mie instan dengan nasi. Selain tidak baik bagi kesehatan, hal tersebut juga mengganggu kegiatan belajar. Saya tidak ingin mengantuk di kelas atau bahkan sampai tertidur.

Contoh 2

Berhenti Menjahili Orang Lain

Orientasi

Waktu kecil saya memiliki teman laki-laki yang sangat jail dan tidak mau dikalahkan. Setiap hari ada saja kelakuannya yang membuat orang lain menjadi marah, sebal, atau sampai menangis dibuat olehnya.

Kejailan itu mulai dari merusak mainan teman, menyembunyikan sandal saat di masjid, menyemprotkan air saat ada yang lewat di depan rumahnya, atau tidak mau bergantian saat bermain ayunan. Dan masih banyak lagi kejahilan yang dia lakukan.

Di antara banyak temannya, tidak ada yang berani menghentikan atau mengalahkan anak itu. Dia terlalu kuat dan kasar sehingga tidak ada yang berani mengalahkan aau melawannya.

Insiden

Suatu hari dia memulai aksi isengnya. Kejadian itu terjadi saat malam hari. Kali ini dia bermaksud mengagetkan temannya yang akan lewat di dekat rumahnya. Dia bersembunyi di semak-semak lalu akan muncul sambil mengagetkan begitu ada teman yang melewatinya.

Dari kejauhan, dia melihat ada dua anak perempuan yang sedang berjalan mendekat. Tentu hal tersebut menjadi kesempatan untuknya untuk menjalankan aksinya. Dia memulai untuk sembunyi di semak-semak.

Beberapa detik kemudian, dia mendengar langkah kaki yang mendekat. Begitu sampai di dekatnya, anak itu muncul tiba-tiba dan mulai mengagetkan orang yang lewat di dekatnya.

Ternyata yang lewat itu buka dua anak perempuan yang tadi ia lihat. Melainkan ayahnya sendiri yang ia kageti.

Sang ayah kaget dan mulai marah terhadap teman saya. Tidak perlu waktu lama, iapun dimarahi habis-habisan oleh ayahnya. Selain itu ia mendapat jeweran yang keras sampai-sampai ia meringis kesakitan.

Ternyata ayah teman saya muncul dari gang saat teman saya bersembunyi. Dua anak perempuan itu berjalan tak jauh dari ayah sang anak itu. Otomatis dua perempuan itu berada di belakang ayah.

Interpretasi

Melihat anak laki-laki itu dijewer dan kesakitan membuat dua anak perempuan itu tertawa lepas. Anak laki-laki itu ternyata salah sasaran. Seharusnya yang menjadi korban kejahilannya adalah dua anak perempuan itu, kini berganti ayahnya sendiri.

Akhirnya ada juga yang bisa memberi pelajaran kepada anak laki-laki bandel itu. Dengan kejadian tersebut kita belajar bahwa jangan suka mengganggu orang lain. Jika kita selalu menyakiti orang lain, maka suatu saat kita akan mendapatkan balasannya.

Contoh 3

Udin dan Mamad

Orientasi

Udin dan Mamad anak remaja yang suka kebut-kebutan di jalan saat mengendarai motor. Padahal keduanya tidak memiliki SIM. Maklum mereka masih pelajar SMP. Padahal orang tua mereka berdua melarang dan sering menegur untuk tidak kebut-kebutan di jalan. Tetap tidak mereka indahkan.

Hampir setiap hari Udin, Mamad, dan teman-temannya yang lain berkumpul di jalan desa untuk melakukan aksi balapan liar. Mereka semua melakukan aksi balapan liar yang cukup membahayakan bagi diri sendiri dan orang lain.

Insiden

Suatu hari Udin dan Mamad berboncengan menuju lokasi yang akan dijadikan tempat balapan liar. Mereka berdua mengendarai motor yang sudah dimodifikasi. Tanpa helm dan surat-surat kendaraan motor, mereka tetap berangkat. Banyak teman Udin dan Mamad yang sudah berkumpul dan akan memulai balapan.

Tiba-tiba dari arah berlawanan, seorang polisi berseragam lengkap sedang berjalan sambil menuntun anjing yang diikat. Kerumunan anak balapan liar itu akhirnya membubarkan diri. Melarikan diri secepatnya agar tidak tertangkap polisi.

Udin dan Mamad juga melarikan diri, menghindari polisi. Sayangnya motor yang dikendarai mogok. Padahal polisi tersebut sudah semakin dekat. Terpaksa mereka berdua mendorong motor tersebut. Karena bingung, tanpa sadar Udin dan Mamad ke arah yang salah. Mereka terjerembab pada parit yang penuh lumpur.

Interpretasi

Polisi itu semakin mendekat untuk membantu Udin dan Mamad. Namun Udin dan Mamad berhasil keluar dari parit penuh lumpur itu dengan sendirinya. Ternyata polisi tersebut hanya mengajak anjingnya jalan-jalan. Tidak bermaksud untuk operasi lalu lintas.

Akhirnya Udin dan Mamad tidak berani lagi untuk melakukan aksi balapan liar. Mereka menyadari bahwa apa yang dilakukan itu tidak benar dan membahayakan. Lebih baik mengendarai motor saat usia sudah cukup dan memiliki SIM.

Demikian materi terkait teks Eksemplum. Mulai dari pengertian hingga beberapa contohnya, semoga memudahkan kalian dalam memahami materi tersebut. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Tinggalkan komentar