Contoh Teks Laporan Hasil Observasi

Observasi atau pengamatan penting, bukan hanya di ranah pendidikan, melainkan juga saat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan observasi yang baik penting dimiliki setiap orang untuk mengetahui segala hal, baik lingkungan sekitar maupun dirinya sendiri.

Di ranah pendidikan, para guru seringkali melatih anak didik melakukan observasi. Pada akhir pengamatan, para siswa akan diharuskan membuat catatan mengenai pengamatannya tersebut. Catatan inilah yang biasa disebut dengan istilah teks laporan hasil observasi.

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi adalah kumpulan informasi mengenai suatu hal yang dicatat setelah melalui pengamatan, penelitian, dan investigasi dalam periode tertentu.

Penelitian tersebut dapat dilakukan dengan metode diskusi dan analisis materi terkait objek atau situasi yang dibahas. Atau, bisa juga dengan cara langsung terjun ke lapangan. Poin utamanya adalah bagaimana fakta-fakta yang terungkap dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Dari fakta-fakta tersebut, penyusun teks juga diharapkan mampu menyajikan informasi yang layak dikonsumsi secara luas. Sehingga, para penyusun pun selayaknya memahami tata cara penulisan teks laporan hasil observasi yang informatif dan mudah dipahami.

Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi

Umumnya, teks ini ditulis dengan bahasa formal, sesuai ejaan baku, serta mudah dipahami. Namun, terdapat sejumlah poin yang menjadi ciri khas, sekaligus merupakan unsur utama dari teks laporan hasil observasi, yaitu sebagai berikut.

1. Spesifik. Spesifik artinya bersifat khusus. Teks laporan hasil penelitian membahas sesuatu yang khusus atau bersifat tunggal. Mengangkat sebuah topik atau permasalahan tertentu, tanpa menyertakan objek lain di luar pembahasan tersebut.

2. Faktual. Teks laporan hasil observasi menyajikan informasi berupa fakta yang terjamin kebenarannya. Fakta tersebut diperoleh berdasarkan pengamatan, penelitian, analisis, dan investigasi. Bukan dengan asumsi, apalagi khayalan dan imajinasi.

3. Objektif. Bukan hanya sesuai fakta, teks ini juga bersifat objektif, tanpa adanya kecenderungan terhadap pihak atau pendapat tertentu. Penulis tidak disarankan pula mengungkapkan opini pribadi di dalam teks laporan hasil observasi.

4. Komprehensif. Laporan mencakup informasi yang luas dan lengkap atau menyeluruh. Bahkan hal-hal terkecil yang diperoleh dari hasil pengamatan pun harus tetap disampaikan, sepanjang masih berhubungan dengan topik spesifik yang sedang dibahas.

5. Sistematis. Susunan teks teratur dan runtut, sehingga menghadirkan pengalaman membaca yang nyaman. Pembaca dapat lebih mudah memahami makna teks, meski menggunakan istilah-istilah bidang ilmu tertentu yang kurang familier.

Struktur Laporan Hasil Observasi

Ada dua pendapat berbeda mengenai struktur penyusun teks laporan hasil observasi. Pendapat pertama membagi menjadi tiga bagian, yaitu pembukaan yang berisi gambaran umum, deskripsi yang memuat pembahasan rinci, serta penutup yang berupa penjabaran manfaat.

Sedangkan pendapat kedua hanya memilah struktur laporan hasil observasi menjadi dua bagian, yaitu pernyataan umum dan aspek. Seperti sebutannya, pernyataan umum merupakan bagian di mana topik disajikan dalam sudut pandang luas, tetapi dengan menonjolkan spesifikasinya.

Sementara bagian kedua, yaitu aspek, merupakan sajian informasi lebih mendetail tentang topik utama, yang telah digambarkan secara umum di bagian sebelumnya.  Penulis menguraikan setiap bagian tersebut secara sistematis untuk memudahkan pembaca memahaminya.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Singkat

Sungai Tempat Sampah

Sampah adalah barang sisa yang tak lagi bisa dimanfaatkan. Sementara, sungai merupakan salah satu bagian dari ekosistem alam yang berupa aliran air dari hulu ke hilir. Sungai menjadi habitat bagi banyak spesies hewan dan tumbuhan.

Sungai juga banyak dimanfaatkan dalam berbagai aktivitas kehidupan manusia, seperti irigasi, sumber air, transportasi, dan lain sebagainya. Yang terkini, Sungai Kalimaju di Desa Sukamaju juga dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah.

Sungai Kalimaju yang dahulunya jernih kini mulai keruh akibat tercemar sampah dan limbah lainnya. Timbunan sampah menyumbat aliran air, sehingga warga Desa Sukamaju harus bersiap menghadapi tantangan banjir kala musim penghujan tiba.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi tentang Tumbuhan

Singkong

Singkong atau sering pula disebut ketela pohon atau ubi kayu memiliki nama latin Manihot esculenta. Tanaman ini berasal dari Brasil di kawasan Amerika Selatan. Singkong termasuk dalam jenis umbi-umbian, bagian tubuhnya terdiri dari batang, daun, bunga, dan akar.

Batang singkong berbentuk lingkaran berdiameter kecil, berbuku-buku, dan memanjang. Daunnya berwarna hijau tua, berbentuk oval, dan memiliki jari-jari berjumlah ganjil.

Bunga pada pohon singkong berada di dalam tandan dan berposisi terkumpul di ujung batang. Bentuk bunga betina menyerupai cincin, sedang bunga jantan seperti lonceng. Tanaman singkong tidak menyimpan cadangan makanannya pada buah.

Seperti umumnya umbi-umbian, tanaman ini memiliki jenis akar tunggang. Akar tanaman ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan, yaitu umbi singkong itu sendiri.  Perkembangbiakkan tanaman ini bisa menggunakan metode stek.

Berdasarkan varietasnya, tanaman singkong dibedakan menjadi dua jenis, yaitu singkong manis dan singkong pahit. Singkong manis dapat dimakan langsung, sementara singkong pahit harus melalui proses pengolahan sebelum bisa dikonsumsi.

Mudahnya pembudidayaan singkong membuat tanaman ini banyak ditemukan di berbagai pelosok Indonesia. Masyarakat telah lama mengenalnya sebagai salah satu makanan pokok. Kandungan karbohidratnya cukup, bahkan lebih rendah glukosa dibanding beras dan jagung.

Masyarakat juga mengolah singkong untuk berbagai jenis jajanan, di antaranya seperti tape, keripik, gethuk, aneka gorengan, serta berbagai varian makanan tradisional lainnya. Bukan hanya itu, daun singkong pun kerap dikonsumsi sebagai sayuran dan obat untuk mengatasi diare.

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi tentang Keindahan Alam

Pulau Padar dan Pulau Rinca

Dua pulau kecil yang menjadi bagian dari Taman Nasional Komodo, merupakan cagar konservasi sekaligus habitat asli dari kadal raksasa endemik Indonesia. Masing-masing memiliki luas wilayah 2.017 ha (Pulau Padar) dan 19.625 ha (Pulau Rinca).

Pulau Rinca dipenuhi padang rumput yang luas. Sekelilingnya merupakan pesisir pantai cantik dengan panorama natural. Hijau dan menyejukkan pada musim hujan, padang rumput tersebut akan tampak menguning pada musim kemarau.

Demografi Pulau Padar cukup berbukit-bukit. Setidaknya, terdapat lima bukit dengan puncak tinggi, di mana wisatawan dapat memperoleh pemandangan alam yang memesona jika berhasil mencapainya. Bukit batuan koral, masing-masing dengan jalur pendakian melalui anak tangga.

Pada titik pertama hingga ketiga masih terdapat anak tangga buatan dari kayu sehingga lebih mudah diakses. Puncak-puncak ini umumnya menghadirkan panorama pesisir pantai di Pulau Padar.

Sementara, pada puncak tertinggi keempat dan kelima, aksesnya bakal lebih sulit. Pasalnya, jalur pendakian harus melalui anak tangga alam berupa batuan koral yang cukup licin dan menanjak. Namun di atasnya, pengunjung dapat lebih leluasa memandang sekeliling Pulau Padar.

Di pulau kedua, Pulau Rinca, pemandangan padang rumput tak akan tampak. Pulau ini relatif lebih tandus dan cukup berbahaya karena di sinilah spesies komodo telah berkoloni selama jutaan tahun lamanya.

Sekitar 1.500 ekor komodo hidup di Pulau Rinca. Ekosistem alami hewan purba tersebut masih tetap lestari hingga saat ini. Rantai makanan berjalan secara alami, dengan komodo yang memangsa rusa, kambing, atau monyet sebagai santapannya.

Seperti diketahui, komodo memiliki indera penciuman yang tajam dan sangat sensitif pada aroma darah. Hewan ini dapat bereaksi mendadak apabila bertemu manusia. Namun, di Pulau Rinca, komodo hidup berdampingan dengan penduduk asli kawasan ini.

Tinggalkan komentar