Contoh Teks Eksplanasi

Setiap peristiwa di sekitar kita tentu memiliki proses dan hubungan sebab-akibat dengan peristiwa lainnya. Peristiwa tersebut bisa berupa banjir, tsunami, gerhana matahari, atau peristiwa sosial dan budaya. Peristiwa-peristiwa tersebut disajikan ke dalam jenis teks eksplanasi.

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang penjelasan mengenai proses terjadinya fenomena atau peristiwa alam, sosial, budaya, maupun peristiwa lainnya. Tentu setiap peristiwa tersebut memiliki proses dan hubungan sebab akibat.

Tujuan teks eksplanasi untuk menerangkan atau menjelaskan serangkaian proses dari suatu fenomena alam maupun sosial budaya. Teks eksplanasi lebih ditekankan pada bagaimana proses suatu peristiwa terjadi dan hubungan sebab-akibat peristiwa tersebut. Di antaranya berupa proses terjadinya tsunami, gunung merapi meletus,  dan lain sebagainya.

Ciri-Ciri Teks Ekplanasi

Teks ekplanasi sangat berbeda dengan teks lainnya sehingga sangat mudah untuk dibedakan. Berikut ciri-ciri teks eksplanasi, yang membedakan dengan teks yang lain:

  • Memiliki struktur yang jelas, yakni pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.
  • Informasi yang tertera berdasarkan fakta atau kebenaran.
  • Memuat informasi yang bersifat ilmiah/keilmuan.
  • Bersifat informatif dan tidak memaksa atau memengaruhi pembaca untuk percaya terhadap topik yang disampaikan.
  • Menggunakan konjungsi urutan peristiwa, seperti pertama, berikutnya, selanjutnya, terakhir. Atau bisa juga menggunakan pertama, kedua, ketiga, dan sebagainya.

Struktur Teks Eksplanasi

Salah satu ciri teks eksplanasi adalah memiliki struktur yang terdiri atas pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi. Berikut uraian terkait masing-masing struktur teks eksplanasi:

1. Pernyataan Umum, yaitu berupa penjelasan umum terkait topik yang dibahas berupa pengenalan fenomena atau peristiwa yang terjadi. Dalam pernyataan umum dijelaskan gambaran secara umum tentang suatu peristiwa, mengapa peristiwa itu terjadi, dan bagaimana proses peristiwa tersebut bisa terjadi.

2. Urutan Sebab Akibat, yaitu berupa penjelasan proses terjadinya suatu peristiwa atau fenomena. Pada bagian ini menjelaskan penyebab terjadinya suatu peristiwa dan bagaimana akibat yang ditimbulkan dari fenomena atau peristiwa tersebut.

3. Interpretasi, yaitu bagian penutup dari teks eksplanasi yang berisi kesimpulan dari pernyataan umum.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Kaidah kebahasaan teks eksplanasi tentu berbeda dengan kaidah kebahasaan dengan teks lain. Berikut ciri kaidah kebahasaan dari teks eksplanasi:

1. Fokus pada hal umum atau bersifat general, bukan partisipan manusia. Contoh: peristiwa hujan, proses banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, dan sebagainya.

2. Banyak ditemukan istilah ilmiah, yaitu istilah yang bersifat keilmuan atau berdasarkan ilmu pengetahuan. Contoh: kondensasi, evaporasi, lava, magma, dan lain sebagainya.

3. Banyak menggunakan kata kerja material dan kata kerja relasional.

  • Kata kerja material adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa. Contoh: Mudahnya informasi yang menyebar tanpa filter akan mengakibatkan dampak negatif.
  • Kata kerja relasional adalah kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan hubungan sebab akibat. Contoh: Fosil yang utuh disebabkan oleh beberapa faktor.

4. Menggunakan konjungsi waktu dan kausal. Misalnya sehingga, pertama, sebelum, sesudah, kemudian, jika, dan bila.

5. Menggunakan kalimat pasif.

Contoh Singkat Teks Eksplanasi

Berikut contoh teks eksplanasi singkat mengenai gerhana matahari lengkap dengan strukturnya.

Judul: Peristiwa Banjir

Pernyataan Umum:

Banjir merupakan peristiwa naiknya air di suatu kawasan sehingga menutupi permukaan kawasan tersebut. Banjir juga salah satu bagian dari siklus hidrologi berupa air di permukaan bumi yang akan menuju ke laut. Banyaknya air di permukaan bumi dipengaruhi oleh curah hujan dan penyerapan air ke dalam tanah.

Urutan Sebab Akibat:

Secara alami banjir disebabkan oleh turunnya hujan ke permukaan bumi dan tertahan oleh tumbuh-tumbuhan. Sedangkan secara nonalami banjir disebabkan oleh turunnya hujan ke permukaan dan tertahan oleh sampah. Baik banjir secara alami maupun nonalami bisa menjadi bencana bagi manusia dan mengakibatkan kerugian bagi manusia.

Interpretasi:

Ketidakmampuan air menyerap ke dalam tanah, maka saat itulah akan terjadi banjir. Terutama saat banyak sampah yang berserakan di tempat yang seharusnya menjadi tempat penyerapan air.

Demikianlah pembahasan kami tentang teks eksplanasi. Semoga bisa membantu dan memberikan manfaat.

Contoh Teks Eksplanasi Tentang Peristiwa Alam

Pernyataan Umum:

Hujan merupakan peristiwa alam yang sering  terjadi. Peristiwa ini berawal dari sinar matahari yang membawa energi panas dan menyebabkan adanya proses penguapan air atau evaporasi di permukaan air. Uap-uap air tersebut terangkat ke udara dan mengalami proses kondensasi.

Urutan Sebab Akibat:

Dalam proses kondensasi, uap air berubah menjadi embun yang diakibatkan oleh suhu di sekitar yang lebih rendah. Suhu udara yang semakin tinggi mengakibatkan titik embun semakin banyak dan memadat lalu membentuk awan. Angin yang menggerakkan awan tersebut menuju tempat dengan suhu yang lebih rendah. Ketika awan sudah tidak sanggup menampung air tersebut akan jatuh dan menjadi hujan.

Di Indonesia musim hujan terjadi di bulan Oktober hingga April. Selain itu hujan juga bisa terjadi pada bulan September hingga Maret. Awal  terjadinya hujan intensitasnya anatara 50-100 mm/hari. Ketika mengalami puncak musim hujan, intensitasnya mencapai 100mm/hari. Pada akhir musim hujan intensitas menurun hingga 20-50mm/hari.

Interpretasi:

Hujan dapat mengakibatkan bencana dan kerugian yang sangat besar, seperti banjir dan tanah longsor.  Butuh banyak  lahan kosong untuk resapan agar air cepat teresap dan tidak menimbulkan banjir.

Contoh Teks Eksplanasi Gerhana Matahari

Pernyataan Umum:

Gerhana matahari terjadi saat posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari. Gerhana matahari dapat dibagi menjadi empat jenis.  Yaitu matahari total, gerhana matahari sebagian, gerhana matahari cincin, dan gerhana matahari hibrida.

Urutan Sebab Akibat:

Gerhana matahari total terjadi apabila saat puncak gerhana, matahari ditutup sepenuhnya oleh bulan. Posisi matahari, bulan, dan bumi tepat berada di garis lurus. Saat itu bulan sama besar atau lebih besar dari matahari.

Gerhana matahari sebagian terjadi apabila bulan hanya menutup sebagian dari matahari. Pada gerhana ini selalu ada bagian matahari yang tidak tertutup oleh bulan. Hal tersebut mengakibatkan sebagian matahari tertutup dan menghasilkan bayangan matahari sebagian.

Gerhana matahari cincin terjadi apabila bulan hanya menutup sebagian dari matahari. Gerhana ini terjadi apabila ukuran bulan lebih kecil dari matahari dan bulan. Bulan berada di depan matahari yang tidak menutupi  secara sempurna sehingga membentuk cincin.

Gerhana hibrida yaitu gerhana total dan gerhana cincin yang mengalami pergeseran. Pada titik tertentu gerhana ini akan muncul sebagai gerhana cincin. Namun pada titik lain, gerhana ini akan muncul sebagai gerhana total.

Mengamati gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus. Mengamati matahari juga bisa dilakukan dengan menggunakan metode secara tidak langsung. Hal ini dilakukakn agar tidak terjadi kerusakan permanen pada retina akibat dariasi tinggi yang dipancarkan fotosfer.

Durasi gerhana matahari memang tidak terlalu lama. Gerhana matahari terjadi kurang lebih hanya 7 menit. Hal ini terjadi karena cepatnya peredaran bumi dalam mengiringi matahari.

Urutan Sebab Akibat:

Berdasarkan penjelasan dapat dicermati bahwa gerhana matahari terjadi apabila posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga menutup seluruh atau sebagian cahaya  matahari yang jatuh ke bumi. Gerhana dibagai menjadi empat yaitu gerhana matahari total, sebagian, cincin, dan hibrida. Dibutuhkan alat bantu saat menyaksikan gerhana matahari agar tidak terjadi radiasi atau kerusakan pada mata.

Contoh Teks Eksplanasi Tsunami

Pernyataan Umum:

Tsunami merupakan gelombang laut yang sangat besar, yang datang dengan cepat dan tiba-tiba menerjang daerah pantai. Gelombang tersebut terjadi akibat aktivitas gempa atau gunung merapi yang meletus di bawah laut. Gelombang tsunami menyebabkan banjir dan kerusakan saat menghantam daratan.

Urutan Sebab Akibat:

Gelombang tsunami terjadi akibat  naiknya permukaan laut akibat patahan yang selama gempa berlangsung. Patahan akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan air laut. Patahan yang besar akan menghasilkan tenaga  gelombang yang besar pula.

Saat terjadi gempa, air laut akan mengalami surut. Setelah mengalami surut, air laut kembali ke arah daratan dalam bentuk gelombang yang begitu besar. Gelombang inilah yang mengakibatkan kerusakan parah di kawasan pantai dan sekitarnya.

Selain gempa, tsunami juga disebabkan oleh letusan gunung merapi di dasar laut. Letusan gunung tersebut mengakibatkan tingginya pergerakan air atau gelombang. Semakin tinggi gelombang maka semakin besar pula tenaga yang akan ditimbulkan.

Tsunami memiliki kecepatan lebih besar jika dibandingkan dengan gelombang normal pada umumnya. Kecepatan tsunami bisa melampaui kecepatan pesawat terbang, yakni 700 km/jam dengan ketinggian 50-100 meter. Kecepatan tersebut akan menurun saat gelombang tsunami memasuki lautan dangkal namun gelombang justru semakin bertambah.

Interpretasi:

Tsunami memang telah menjadi salah satu bencana yang membuat kerusakan besar bagi manusia. Namun tidak semua tsunami membentuk gelombang yang besar. Pun dengan gempa atau letusan gunung bisa saja tidak berpotensi terjadinya gelombang tsunami. Kewaspadaan terhadap bencana tsunami perlu dipersiapkan

Contoh Teks Eksplanasi Gunung Meletus

Pernyataan Umum:

Gunung meletus merupakan peristiwa alam yang terjadi akibat adanya endapan magma yang terdapat di dalam bumi dan disemburkan oleh gas dengan tenaga besar. Gunung meletus mengakibatkan bencana alam yang mengerikan dan bisa menyebabkan banyak korban jiwa.

Urutan Sebab Akibat:

Peristiwa gunung meletus berhubungan dengn naiknya magma dari dalam perut bumi. Makma dengan suhu tinggi berusaha keluar sehingga memunculkan retakan-retakan dan pergeseran lempeng kulit bumi.  Magma berupa cairan pijar di dalam lapisan bumi dengan suhu diperkirakan lebih dari 1.000 derajat celsius.

Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai radius 18 km. Sedangkan lava bisa membanjiri hingga sejauh 90 km. Hasil letusan gunung berapi berupa gas vulkanik, lava, dan aliran pasir serta batu panas, lahar, tanah longsor, gempa bumi, abu letusan, dan awan panas.

Interpretasi:

Hingga saat ini gunung  meletus menjadi hal yang menyeramkan bagi manusia. Letusan gunung merapi bisa menimbulkan korban jiwa dan harta benda. Selain itu, bencana ini juga dapat memengaruhi perubahan iklim di bumi. Bahkan gunung meletus mengakibatkan terbentuknya pulau atau danau.

Contoh Teks Ekplanasi Sosial 

Pernyataan Umum:

Pengangguran merupakan istilah di mana seseorang yang tidak bekerja sama sekali.  Selain itu, pengangguran juga melekat pada seseorang yang berusaha mencari pekerjaan yang layak. Pengangguran sering dihubungkan dengan minimnya lapangan pekerjaan atau rendahnya kemampuan seseorang.

Urutan Sebab Akibat:

Pengangguran disebabkan oleh jumlah pencari kerja yang tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja. Jumlah pencari kerja lebih banyak dibandingkan dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Akibatnya tenaga kerja tidak terserap dan terjadi penumpukan jumlah pencari kerja.

Selain itu, kurangnya persyaratan pelamar kerja juga ikut mempengaruhi terjadinya pengangguran. Banyaknya pelamar kerja yang kurang memenuhi sayarat mengakibatkan pengangguran. Kompetensi yang tidak memadai dari para pencari kerja menjadi hal utama pada masalah tersebut.

Pengangguran juga disebabkan pergantian teknologi dalam industri. Semua pekerjaan yang semula dilakukan oleh manusia, kini mulai tergantikan oleh mesin atau robot. Mesin atau robot dianggap menghasilkan produksi maksimal jika dibandingkan dengan manusia.

Interpretasi:

Masalah pengangguran menjadi masalah yang besar dan harus segera diatasi. Salah satunya dengan menyediakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Pemerintah juga harus ikut andil dalam mengatasi pengangguran.

Contoh Teks Ekplanasi Sosial Kemiskinan

Pernyataan Umum:

Kemiskinan merupakan masalah yang terjadi  di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Kemiskinan didefinisikan sebagai kondisi ketika seseorang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok. Kebutuhan pokok tersebut berupa pangan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan yang layak.

Urutan Sebab Akibat:

Kemiskinan disebabkan oleh beberapa hal, mulai dari tingkat pendidikan yang rendah dan terbatasnya lapangan pekerjaan. Semua itu menimbulkan dampak sendiri bagi kehidupan manusia. Sehingga perlu segera diatasi agar tidak menimbukan dampak yang semakin buruk.

Rendahnya pendidikan adalah salah satu faktor terjadinya kemiskinan. Rendahnya pendidikan menyebabkan kurangnya pengetahuan dan keterampilan seseorang. Akibatnya seseorang kesulitan dalam mencari pekerjaan yang berujung pada kesulitan memperoleh penghasilan.

Penyebab kemiskinan kedua adalah minimnya lapangan pekerjaan. Dengan minimnya lapangan pekerjaan masyarakat tidak bisa memperoleh pekerjaan dan menjadi pengangguran. Jikapun ada, lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sesuai dengan kualifikasi.

Interpretasi:

Kemiskinan tidak akan pernah ada jika pemerintah mampu mengatasinya. Pemerintah sebagai penyelenggara negara harus serius dalam mengentas kemiskinan. Masyarakatpun perlu dilibatkakn dalam hal ini agar kemiskinan yang ada di Indonesia benar-benar teratasi.

Contoh Teks Ekplanasi Sosial Rendahnya Pendidikan

Pernyataan Umum:

Berdasarkan data United Nations Developmen Program tahun 2011, Indeks Pembangunan Manusia Indonesia (IPMI) menempati urutan 124 dari 187 negara. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan Indonesia masih tertinggal. Bahkan tertinggal jauh dari negara tetangga yang dulunya berada di bawah posisi Indonesia.

Urutan Sebab Akibat:

Penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia bermacam-macam. Pertama kurangnya efisiensi dalam pengajaran, standardisasi yang kurang bermutu, dan inovasi pendidikan yang kurang berkembang.

Kurangnya efisiensi dalam pengajaran bisa ditunjukkan dengan kinerja para pengajar. Semakin berkualias pendidik dalam mengajar maka semakin berkualias juga hasil yang diperoleh. Tetapi kebanyakan tenaga pendidik masih di bawah standar, akibatnya pendidikan di Indonesia tidak mengalami perkembangan

Penyebab berikutnya adalah standardisasi yang tidak sesuai dengan keadaan bangsa Indonesia. Standar yang ada masih belum mampu meningkatkan kuliatas pendidikan di Indonesia. Akibatnya bangsa Indonesia tidak mengalami kemajuan yang cukup berarti.

Berikutnya, kurangnya inovasi dalam kegiatan pembelajaran di Indonesia. inovasi dalam pembelajaran mampu memberikan ketertarikan terhadap materi pembelajaran. Pembelajaran dengan model yang sama tanpa ada inovasi mengakibatkan kejenuhan sehingga siswa tidak tertarik dengan pembelajaran yang disampaikan.

Interpretasi:

Rendahnya mutu pendidikan Indonesia tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja. Perlu adanya perhatian khusus dan serius dari pemerintah serta masyarakat agar pendidikan di Indonesia bisa semakin berkualitas. Hingga akhirnya Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lainnya, bahkan menjadi negara maju.

Contoh Teks Eksplanasi Budaya 

Judul: Lunturnya Budaya Bangsa Indonesia

Pernyataan Umum:

Akhir-akhir ini bangsa globalisasi membawa dampak yang besar bagi kehidupan manusia, terutama bagi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah lunturnya budaya Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah derasnya arus informasi dan kemajuan teknologi.

Urutan Sebab Akibat:

Penyebab lunturnya budaya bangsa Indonesia adalah kurangnya kesadaran asyarakat terkait budaya lokal, minimnya komunikasi tentang budaya, dan kurangnya pembelajaran budaya sehingga remaja Indonesia kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Mudahnya informasi yang menyebar tanpa filter akan mengakibatkan dampak negatif. Akibatnya budaya lokal mengalami keterkikisan secara terus menerus dan akan mengakibatkan hilangnya jati diri bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya generasi muda yang lebih bangga mengikuti gaya hidup budaya barat daripada bangsa sendiri.

Selain itu, anak-anak zaman sekarang telah jauh dari permainan tradisional asli Indonesia. Sebagai gantinya mereka lebih suka memainkan permainan bangsa lain. Padahal permainan tersebut dinilai ttidak baik bagi perkembangan anak dari sisi perkembangan fisik dan psikologi. Anak-anak cenderung pasif dan kurang bisa berinteraksi dengan kehidupan sosial.

Interpretasi:

Budaya suatu bangsa akan tetap lestari apabila masyarakatnya  mampu menjaga dengan baik. Butuh kerja sama dan kesadaran pada masing-masing individu agar budaya bangsa tetap terjaga. Dengan demikian bangsa Indonesia tidak akan kehilangan jati diri sebagai masyarakat Indonesia yang memegang teguh budanya Indonesia.

Judul: Kesenian Wayang

Pernyataan Umum:

Indonesia merupakan negara yang kaya akan seni dan budaya, salah satunya adalah kesenian wayang kulit. Wayang kulit merupakan boneka yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu yang dimanfaatkan untuk memerankan tokoh pada pertunjukan trandisional. Namun kesenian wayang saat ini mulai dilupakan, tergantikan oleh budaya asing yang masuk ke Indonesia.

Urutan Sebab Akibat:

Saat ini jarang sekali dijumpai pertunjukan wayang kulit. Bahkan jarang sekali ada anak muda yang ikut andil dalam kesenian tradisional tersebut. Hal tersebut mengakibatkan kesenian tradisional wayang kulit semakin menurun bahkan semakin terkikis.

Mundurnya kesenian wayang kulit disebabkan oleh kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi mengakibatkan pengaruh yang cukup besar. Cepatnya informasi yang masuk tanpa filter mengakibatkan semua orang menerima semua kebudaan bangsa lain. Tanpa adanya proses berpikir apakah budaya itu baik atau buruk.

Pengaruh dari budaya luar tersebut juga terjadi pada generasi muda. Anak-anak lebih bangga dengan budaya asing dibandingkan budaya Indonesia. Akibat pengaruh tersebut banyak generasi muda menganggap kesenian tradisional adalah budaya yang ketinggalan zaman dan kuno.

Interpretasi:

Apabila hal ini terus terjadi secara berlarut-larut maka tidak menutup kemungkinan kesenian wayang kulit di Indonesia akan hilang. Masalah tersebut juga akan mengakibatkan banyaknya kesenian Indonesia yang diklaim oleh bangsa lain. Sudah seharusnya generasi muda memperjuangkan kembali kesenian yang sudah lama dimiliki oleh bangsa Indonesia

Judul: Ritual Tumpeng Sewu

Pernyataan Umum:

Tumpeng sewu adalah salah satu tradisi budaya Osing. Tradisi tersebut diselenggarakan di Banyuwangi Jawa Timur. Dalam setiap acara biasanya dihadiri oleh ribuan warga dari berbagai penjuru desa maupun wisatawan.

Urutan Sebab Akibat:

Tumpeng sewu digelar seminggu sebelum Idul Adha. Ritual ini dipercaya mampu untuk menolak bala. Sebelum pelaksanaan makan tumpeng sewu, warga melaksanakan doa bersama agar desa dijauhkan dari segala bencana. Selain itu, doa diharapkan mampu menjauhkan masyarakat dari sumber penyakit.

Dalam tradisi tumpeng sewu setiap warga mengeluarkan minimal atu tumpeng. Tumpeng tersebut harus diletakkan di luar rumah. Karena banyaknya tumpeng yang dikeluarkan, maka dari sinilah munculnya nama festival tumpeng sewu yang berarti seribu tumpeng. Dan kini tradisi tersebut menjadi atraksi wisata Banyuwangi.

Interpretasi:

Keberadaan tumpeng sewu merupakan kebudayaan yang begitu menarik. Kebudayaan ini menunjukkan sisi kekeluargaan dan suka berbagi yang dimiliki masyarakat Banyuwangi. Kebudayaan ini harus terus dilestarikan agar anak cucu kita bisa menyaksikannya.

Judul: Kerapan Sapi

Pernyataan Umum:

Kerapan sapi merupakan kebudayaan yang berasal dari Pulau Madura Jawa Timur. Kerapan sapi berupa perlombaan pacuan sapi. Pada perombaan ini sepasang sapi menarik sebuah kereta dari kayu. Kereta dari kayu tersebut merupakan tempat joki berdiri dan mengendalikan sepasang sapi saat berlari.

Urutan Sebab Akibat:

Proses berlangsungnya perlombaan kerapan sapi dibagi menajdi empat babak. Masing-masing babak memiliki ciri khas dan tujuan tersendiri. Hal inilah yang membedakan kesenian kerapan sapi dengan kesenian daerah lain.

Babak pertama seluruh sapi diadu untuk mengetahui kelompok menang dan kelompok kalah. Pada babak kedua kelompok yang memenangkan pertandingan akan bertanding kembali. Kelompok yang kalah juga melakukan pertandingan kembali. Kelompok yang kalah dari pertandingan tidak akan mengikuti perlombaan lagi.

Di babak ketiga mamsing-masing sapi yang memenangkan pertandingan diadu kembali untuk menentukan tiga pasang sapi pemenang dan tiga pasang sapi dari kelompok kalah. Pada babak keempat atau babak final akan ditentukan juara I, II, dan III dari kelompok kalah.

Interpretasi:

Kerapan sapi harus tetap dilestarikan. Jika perlu keberadaannya terus dikembangkan agar menarik banyak wisatawan yang menyaksikan kebudayaan asli Madura. Terutama wisatawan domestik maupun mancanegara.

 

 

 

 

Tinggalkan komentar